Template Struktur Bab Jurnal Software yang fokus pada Dampak dan Kegunaan Aplikasi

Selasa, 05 Mei 2026

Untuk paper yang berfokus pada dampak dan kegunaan aplikasi (impact, usability, and adoption), reviewer jurnal Q2 akan menilai seberapa besar masalah nyata yang berhasil diselesaikan oleh web app Anda dan bagaimana respon pengguna setelah berinteraksi dengan sistem tersebut.

Berikut adalah template struktur bab standar internasional untuk jenis paper ini agar memenuhi standar jurnal seperti Software: Practice and Experience atau Journal of Systems and Software:

📄 Struktur Bab Paper "Web App Usability & Impact"

1. Introduction (Pendahuluan)

  • Latar Belakang: Jelaskan masalah nyata di lapangan (bukan masalah teknis kodenya, melainkan masalah pengguna). Mengapa masalah ini penting untuk diselesaikan?
  • Kesenjangan (Gap Analysis): Sebutkan tools atau aplikasi sejenis yang sudah ada. Jelaskan apa kekurangan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga web app baru Anda perlu dibuat.
  • Kontribusi: Tuliskan secara eksplisit kontribusi paper Anda (misal: "Aplikasi ini memotong waktu proses X sebesar 50% dan menyediakan akses terbuka bagi komunitas Y").

2. Related Work (Penelitian Terkait)

  • Ulas 10–15 paper jurnal terbaru (3 tahun terakhir) yang membahas solusi digital untuk masalah serupa.
  • Posisikan web app Anda di antara penelitian-penelitian tersebut untuk menegaskan letak kebaruannya (novelty).

3. System Overview & Open-Source Architecture (Ikhtisar Sistem)

  • Deskripsi Singkat: Penjelasan fungsionalitas utama aplikasi.
  • Arsitektur Teknologi: Diagram arsitektur (misal: React frontend, Node.js backend, PostgreSQL) untuk membuktikan sistem ini kokoh.
  • Aksesibilitas Kode: Cantumkan tautan repositori open-source (GitHub/Zenodo) beserta lisensinya untuk aspek replikasi ilmiah.

4. Methodology & Evaluation Setup (Metodologi Evaluasi)

  • Partisipan: Siapa pengguna yang menguji aplikasi? Berapa jumlahnya? Bagaimana karakteristik mereka?
  • Instrumen Evaluasi: Jelaskan metode yang digunakan untuk mengukur dampak dan kegunaan. Metode standar yang diakui reviewer Q2 meliputi:
    • System Usability Scale (SUS): Kuesioner standar 10 pertanyaan untuk mengukur usabilitas aplikasi.
    • Technology Acceptance Model (TAM): Untuk mengukur persepsi kemudahan (perceived ease of use) dan persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness).
    • Kinerja Tugas: Mengukur waktu yang dibutuhkan pengguna menyelesaikan tugas (Time-on-Task) sebelum vs sesudah ada aplikasi.

5. Results and Discussion (Hasil dan Pembahasan)

  • Analisis Data Usabilitas: Sajikan skor SUS atau TAM dalam bentuk grafik/tabel. Jika skor SUS di atas 68, artinya aplikasi Anda secara ilmiah acceptable (layak).
  • Analisis Dampak Nyata: Tunjukkan bukti konkret efisiensi. Contoh: "Sebelum menggunakan aplikasi, proses X membutuhkan waktu 4 jam. Dengan web app ini, rata-rata waktu pangkas menjadi 15 menit."
  • Umpan Balik Kualitatif: Kutip testimoni atau masukan dari pengguna mengenai fitur yang paling berdampak dan apa kekurangan yang perlu diperbaiki.

6. Threats to Validity (Ancaman terhadap Validitas)

  • Wajib ada di jurnal Q1/Q2. Akui keterbatasan pengujian Anda.
  • Contoh: Jumlah sampel pengguna yang masih terbatas pada satu wilayah, atau bias karena pengguna yang diuji sudah familier dengan teknologi. Jelaskan bagaimana Anda memitigasi bias tersebut.

7. Conclusion and Future Work (Kesimpulan)

  • Rangkum temuan utama mengenai kegunaan dan dampak aplikasi.
  • Sebutkan rencana pengembangan fitur selanjutnya berdasarkan umpan balik pengguna pada Bab 5.

💡 Tips Ekstra dari Reviewer Jurnal

  • Hindari "Manual Book" Visual: Jangan masukkan screenshot aplikasi terlalu banyak. Cukup 1 atau 2 gambar alur kerja utama (core workflow) gabungan. Reviewer lebih tertarik pada grafik data hasil survei pengguna daripada tampilan antarmuka (UI).
  • Gunakan Metode Standar: Menggunakan kuesioner buatan sendiri sangat rawan ditolak reviewer karena validitasnya belum teruji. Sangat disarankan memakai instrumen baku seperti SUS atau TAM.
Jika Anda ingin mulai menyusun draf, bagian mana yang ingin kita detailkan terlebih dahulu?
  • Kita bisa mensimulasikan perhitungan skor SUS (System Usability Scale) untuk data survei Anda.
  • Atau merancang kalimat Gap Analysis (kesenjangan) pada bab Introduction agar terlihat kuat di mata reviewer.

Memotivasi Mahasiswa Ranking Rendah

Rabu, 18 Juni 2025

 

Ranking Bawah Bukan Berarti Game Over: Cara Keren Semangatin Mahasiswa yang Lagi Berjuang

Buat kamu yang merasa rankingnya belum "hijau" atau sering tertinggal, jangan patah semangat dulu! Menghargai usaha keras itu jauh lebih penting daripada sekadar melihat angka akhir. Ini dia cara-cara asyik buat memberikan apresiasi dan tetap termotivasi:

  • Proses Adalah Koentji!

    Berhenti deh cuma lihat nilai akhir. Mulailah hargai setiap tetes keringat yang keluar buat belajar. Misalnya, bilang ke diri sendiri (atau dosen ke mahasiswa): "Keren banget kamu tetap aktif di kelas meskipun materinya sulit!".

  • Kasih Kritik yang "Daging" tapi Lembut

    Umpan balik jangan cuma bikin down, tapi harus kasih solusi. Kalau ada yang salah, fokus ke bagian mana yang bisa diperbaiki dan jangan malu buat tanya-tanya kalau ada yang belum jelas.

  • Lihat "Hidden Gems" di Luar Akademik

    Pintar itu nggak cuma soal rumus! Mungkin kamu jago pimpin organisasi, asyik pas diajak diskusi, atau punya ide-ide kreatif yang nggak ada di buku teks. Itu semua adalah value yang mahal banget.

  • Rayakan "Small Wins"

    Nggak perlu nunggu dapet A buat selebrasi. Kalau nilai ujian kamu naik dikit aja dari sebelumnya, itu sudah prestasi!. Kasih diri sendiri reward kecil kayak jajan enak atau buku baru sebagai tanda terima kasih ke diri sendiri.

  • Ingat, Semua Orang Punya Waktu Masing-masing

    Gagal itu bukan akhir dunia, tapi cuma satu fase belajar alias growth mindset. Setiap orang punya waktu mekar yang beda-beda, jadi jangan pernah merasa sendirian saat lagi kesulitan.

  • Cari Inspirasi dari "Senior" yang Pernah Gagal

    Bahkan orang jenius kayak Albert Einstein pun pernah dianggap nggak berbakat di sekolah, lho. Cerita-cerita kegagalan tokoh besar atau pengalaman pribadi dosen bisa jadi bukti kalau strategi yang tepat bisa mengubah keadaan.

  • Gali Potensi Lewat Aksi

    Coba deh terlibat di proyek atau tugas kelompok yang sesuai sama kelebihan kamu, misalnya jadi tukang presentasi atau bagian kreatif. Kontribusi nyata di lapangan seringkali lebih berkesan daripada sekadar nilai teori.

  • Stop Banding-bandingin!

    Musuh terbesarmu bukan teman sebangku, tapi diri kamu yang kemarin. Fokus saja pada progres diri sendiri. "Eh, sekarang aku lebih paham konsep ini dibanding bulan lalu," itu sudah jauh lebih cukup.


Intinya:

Nilai itu penting, tapi bukan satu-satunya ukuran kesuksesan kamu di masa depan. Yang paling utama adalah kamu nggak pernah berhenti mencoba dan terus berkembang dengan cara kamu sendiri. Tetap semangat!

Contoh mysqli untuk membaca kolom dari sebuah tabel

Minggu, 06 April 2025

 

Berikut contoh penggunaan MySQLi untuk membaca kolom mem_id dari tabel member menggunakan PHP:

<?php
// Koneksi ke database
$host = "localhost";
$username = "nama_user_db";
$password = "password_db";
$dbname = "nama_database";
$conn = mysqli_connect($host, $username, $password, $dbname);
// Cek koneksi
if (!$conn) {
    die("Koneksi gagal: " . mysqli_connect_error());
}
// Query untuk membaca mem_id
$sql = "SELECT mem_id FROM member";
$result = mysqli_query($conn, $sql);
// Cek hasil query
if (mysqli_num_rows($result) > 0) {
    // Output data setiap baris
    while($row = mysqli_fetch_assoc($result)) {
        echo "Member ID: " . $row["mem_id"]. "<br>";
    }
} else {
    echo "Tidak ada data ditemukan";
}
// Tutup koneksi
mysqli_close($conn);
?>



priv - Ekstraksi Data Semua Kelas Perkuliahan

Selasa, 25 Februari 2025

ekstraksi semua baris data kode, mata kuliah, kelas dan dosen dari https://akademik.its.ac.id/list_kelas.php. abaikan yang kelasnya M00. sajikan dalam bentuk csv dengan script PHP

========================


Berikut adalah contoh script PHP untuk mengekstraksi data dari URL `https://akademik.its.ac.id/list_kelas.php`, mengabaikan kelas dengan kode "M00", dan menyimpan hasilnya dalam format CSV.


### Script PHP:


```php

<?php

// URL target

$url = "https://akademik.its.ac.id/list_kelas.php";


// Inisialisasi cURL

$ch = curl_init();

curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, $url);

curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true);


// Eksekusi cURL dan ambil konten HTML

$html_content = curl_exec($ch);


// Periksa apakah request berhasil

if ($html_content === false) {

    die("Gagal mengambil data dari URL.");

}


// Tutup koneksi cURL

curl_close($ch);


// Gunakan DOMDocument untuk parsing HTML

$dom = new DOMDocument();

libxml_use_internal_errors(true); // Suppress warnings for invalid HTML

$dom->loadHTML($html_content);

libxml_clear_errors();


// Inisialisasi DOMXPath untuk query

$xpath = new DOMXPath($dom);


// Cari semua baris data dalam tabel

$rows = $xpath->query('//tr[contains(@class, "NormalBG") or contains(@class, "AlternateBG")]');


// Array untuk menyimpan hasil ekstraksi

$extracted_data = [];


// Loop melalui setiap baris

foreach ($rows as $row) {

    // Ekstrak kolom-kolom yang relevan

    $cols = $row->getElementsByTagName('td');

    if ($cols->length >= 7) { // Pastikan baris memiliki cukup kolom

        $kode = $cols->item(0)->textContent;

        $mata_kuliah = $cols->item(1)->textContent;

        $kelas = $cols->item(3)->textContent;


        // Ekstrak informasi dosen dan jadwal

        $dosen_info = $cols->item(6)->textContent;

        $dosen = (trim($dosen_info) != "- tidak terdata -") ? trim(explode("-", $dosen_info)[0]) : "Tidak terdata";


        // Abaikan kelas dengan kode "M00"

        if ($kelas != "M00") {

            $extracted_data[] = [$kode, $mata_kuliah, $kelas, $dosen];

        }

    }

}


// Simpan hasil ke dalam file CSV

$csv_file = fopen("extracted_data.csv", "w");


// Tulis header

fputcsv($csv_file, ["Kode", "Mata Kuliah", "Kelas", "Dosen"]);


// Tulis data

foreach ($extracted_data as $row) {

    fputcsv($csv_file, $row);

}


// Tutup file CSV

fclose($csv_file);


echo "Data berhasil diekstraksi dan disimpan ke extracted_data.csv";

?>

```


### Penjelasan Script:

1. **Mengambil Konten HTML**:

   - Menggunakan `cURL` untuk mengambil konten HTML dari URL.

   - Jika request gagal, script akan berhenti dan menampilkan pesan error.


2. **Parsing HTML**:

   - Menggunakan `DOMDocument` dan `DOMXPath` untuk mem-parsing dan mengekstraksi data dari HTML.

   - `libxml_use_internal_errors(true)` digunakan untuk menekan peringatan jika HTML tidak valid.


3. **Ekstraksi Data**:

   - Mencari semua baris dengan class `NormalBG` atau `AlternateBG`.

   - Mengekstrak kode mata kuliah, nama mata kuliah, kelas, dan informasi dosen.

   - Mengabaikan baris dengan kelas "M00".


4. **Simpan ke CSV**:

   - Menggunakan `fputcsv` untuk menulis data ke file CSV.

   - File CSV disimpan dengan nama `extracted_data.csv`.


### Output:

Setelah menjalankan script, file `extracted_data.csv` akan berisi data seperti berikut:


```csv

Kode,Mata Kuliah,Kelas,Dosen

EF234612,Animasi Komputer dan Pemodelan 3D,T,Siska Arifiani, S.Kom., M.Kom.

EF234615,Audit Sistem,T,Prof. Drs.Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D.

EF234712,Big Data (EN),T,Ratih Nur Esti Anggraini, S.Kom, M.Sc., Ph.D.

EF234605,Capstone Project,T,Ir. Suhadi Lili, M.T.I.

EF234619,Deep Learning,T,Prof. Dr.Eng. Chastine Fatichah, S.Kom., M.Kom.

EF234614,Desain Pengalaman Pengguna (EN),T,Hadziq Fabroyir, S.Kom., Ph.D.

EF234701,Etika Profesi (EN),A,Ir. Ary Mazharuddin Shiddiqi, S.Kom., M.Comp.Sc., Ph.D.

EF234613,Game Edukasi dan Simulasi,T,Imam Kuswardayan, S.Kom, M.T

EF234602,Interaksi Manusia dan Komputer,A,Dr. Anny Yuniarti, S.Kom., M.Comp.Sc.

EF234602,Interaksi Manusia dan Komputer,B,Siska Arifiani, S.Kom., M.Kom.

EF234602,Interaksi Manusia dan Komputer,C,Dr. Anny Yuniarti, S.Kom., M.Comp.Sc.

```


### Catatan:

1. **Autentikasi**: Jika situs web memerlukan login, Anda perlu menambahkan session atau cookie yang valid ke dalam request cURL. Contoh:

   ```php

   curl_setopt($ch, CURLOPT_COOKIEJAR, 'cookie.txt'); // Simpan cookie

   curl_setopt($ch, CURLOPT_COOKIEFILE, 'cookie.txt'); // Gunakan cookie

   curl_setopt($ch, CURLOPT_POSTFIELDS, http_build_query([

       'username' => 'your_username',

       'password' => 'your_password'

   ]));

   curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, 'https://akademik.its.ac.id/login.php');

   curl_exec($ch); // Login

   ```


2. **Perizinan**: Pastikan Anda memiliki izin untuk mengakses dan mengekstraksi data dari situs web tersebut.


3. **Error Handling**: Tambahkan penanganan error yang lebih baik jika diperlukan, terutama untuk kasus-kasus seperti jaringan bermasalah atau perubahan struktur HTML.

Contoh Program Google Apps Script untuk memproses isian Google Form secara langsung

Minggu, 23 Februari 2025

Berikut adalah contoh program Google Apps Script yang memproses isian Google Form secara langsung setelah submit dan menampilkan persentase tiap jawaban dalam bentuk grafik. Script ini akan mengambil data dari Google Form, menghitung persentase jawaban, dan menampilkan hasilnya dalam bentuk grafik menggunakan Google Sheets.


---


### Langkah 1: Buat Google Form

1. Buat Google Form dengan beberapa pertanyaan (misalnya, pertanyaan pilihan ganda).

2. Buka tab "Responses" dan klik ikon Google Sheets untuk menyimpan respons ke dalam spreadsheet.


---


### Langkah 2: Buat Google Apps Script

1. Buka Google Sheets yang terkait dengan Google Form.

2. Klik `Extensions` > `Apps Script`.

3. Hapus kode default dan ganti dengan kode berikut:


```javascript

function onFormSubmit(e) {

  // Ambil data dari Google Form

  var formResponses = e.source.getResponses();

  var latestResponse = formResponses[formResponses.length - 1];

  var itemResponses = latestResponse.getItemResponses();


  // Ambil data dari Google Sheets

  var sheet = SpreadsheetApp.getActiveSpreadsheet().getActiveSheet();

  var data = sheet.getDataRange().getValues();


  // Hitung total respons

  var totalResponses = data.length - 1; // Exclude header


  // Hitung persentase jawaban

  var answerCounts = {};

  for (var i = 1; i < data.length; i++) {

    var answer = data[i][1]; // Kolom kedua (indeks 1) adalah jawaban

    if (answerCounts[answer]) {

      answerCounts[answer]++;

    } else {

      answerCounts[answer] = 1;

    }

  }


  // Hitung persentase

  var percentages = {};

  for (var key in answerCounts) {

    percentages[key] = (answerCounts[key] / totalResponses) * 100;

  }


  // Tampilkan hasil dalam bentuk grafik

  var chartData = [['Jawaban', 'Persentase']];

  for (var key in percentages) {

    chartData.push([key, percentages[key]]);

  }


  // Buat grafik

  var chartSheet = SpreadsheetApp.getActiveSpreadsheet().getSheetByName('Chart') || SpreadsheetApp.getActiveSpreadsheet().insertSheet('Chart');

  chartSheet.clear();

  chartSheet.getRange(1, 1, chartData.length, chartData[0].length).setValues(chartData);


  var chart = chartSheet.newChart()

    .setChartType(Charts.ChartType.BAR)

    .addRange(chartSheet.getRange(1, 1, chartData.length, chartData[0].length))

    .setPosition(5, 5, 0, 0)

    .setOption('title', 'Persentase Jawaban')

    .setOption('hAxis', { title: 'Persentase (%)' })

    .setOption('vAxis', { title: 'Jawaban' })

    .build();


  chartSheet.insertChart(chart);

}


// Trigger untuk menjalankan script saat form di-submit

function installTrigger() {

  ScriptApp.newTrigger('onFormSubmit')

    .forSpreadsheet(SpreadsheetApp.getActiveSpreadsheet())

    .onFormSubmit()

    .create();

}

```


---


### Langkah 3: Jalankan Script

1. Simpan script dengan nama `Form Response Processor`.

2. Jalankan fungsi `installTrigger` untuk mengaktifkan trigger. Klik `Run` pada fungsi `installTrigger`.

3. Setelah trigger diaktifkan, setiap kali ada respons baru di Google Form, script akan otomatis dijalankan.


---


### Langkah 4: Lihat Hasil

1. Buka Google Sheets yang terkait dengan Google Form.

2. Anda akan melihat sheet baru bernama `Chart` yang berisi grafik persentase jawaban.

3. Grafik akan diperbarui setiap kali ada respons baru.


---


### Penjelasan Kode:

1. **onFormSubmit(e)**: Fungsi ini dipanggil setiap kali ada respons baru di Google Form. Data respons diambil dan diproses untuk menghitung persentase jawaban.

2. **answerCounts**: Objek untuk menyimpan jumlah setiap jawaban.

3. **percentages**: Objek untuk menyimpan persentase setiap jawaban.

4. **chartData**: Array untuk menyimpan data yang akan digunakan untuk membuat grafik.

5. **Chart**: Grafik dibuat menggunakan Google Sheets API dan ditampilkan di sheet baru.


---


### Contoh Output:

- Sheet `Chart` akan menampilkan tabel seperti ini:

  ```

  Jawaban   | Persentase

  ------------------------

  Jawaban A | 50%

  Jawaban B | 30%

  Jawaban C | 20%

  ```

- Grafik batang (bar chart) akan menampilkan persentase jawaban secara visual.


---


### Catatan:

- Pastikan Google Form memiliki pertanyaan pilihan ganda atau jawaban yang dapat dihitung.

- Sesuaikan indeks kolom (`data[i][1]`) sesuai dengan struktur Google Sheets Anda.

- Anda dapat menyesuaikan jenis grafik dengan mengubah `Charts.ChartType.BAR` menjadi `Charts.ChartType.PIE` atau jenis lainnya.


Dengan script ini, Anda dapat memproses respons Google Form secara otomatis dan menampilkan hasilnya dalam bentuk grafik yang informatif.

Contoh Program PHP untuk memproses respons dari Google Form

Berikut adalah contoh program PHP untuk memproses respons dari Google Form. Google Forms dapat dikonfigurasi untuk mengirimkan respons ke Google Sheets, dan Anda dapat menggunakan Google Sheets API untuk mengambil data tersebut. Namun, jika Anda ingin mengirimkan data langsung ke server Anda, Anda dapat menggunakan Google Apps Script untuk mengirimkan data ke endpoint PHP Anda.


### Langkah 1: Buat Google Form

1. Buat Google Form seperti biasa.

2. Buka tab "Responses" dan klik ikon Google Sheets untuk menyimpan respons ke dalam spreadsheet.


### Langkah 2: Buat Google Apps Script untuk Mengirim Data ke Server PHP

1. Buka Google Sheets yang terkait dengan Google Form.

2. Klik `Extensions` > `Apps Script`.

3. Buat script berikut untuk mengirim data ke server PHP Anda:


```javascript

function doPost(e) {
  var data = JSON.parse(e.postData.contents);
  var url = 'https://yourserver.com/process_form.php'; // Ganti dengan URL server PHP Anda
  
  var options = {
    'method' : 'post',
    'contentType': 'application/json',
    'payload' : JSON.stringify(data)
  };
  
  UrlFetchApp.fetch(url, options);
}

```


4. Deploy script sebagai Web App:

   - Klik `Deploy` > `New deployment`.

   - Pilih `Web app`.

   - Set `Execute as` ke `Me` dan `Who has access` ke `Anyone`.

   - Klik `Deploy`.


5. Salve URL Web App yang diberikan.


### Langkah 3: Buat PHP Script untuk Menerima Data

Buat file `process_form.php` di server Anda dengan kode berikut:


```php

<?php
// process_form.php
// Mendapatkan data yang dikirim dari Google Apps Script
$data = json_decode(file_get_contents('php://input'), true);
if ($data) {
    // Proses data
    $nama = $data['nama']; // Ganti dengan nama field yang sesuai
    $email = $data['email']; // Ganti dengan nama field yang sesuai
    $komentar = $data['komentar']; // Ganti dengan nama field yang sesuai
    // Contoh: Simpan ke database atau lakukan tindakan lain
    // $db = new mysqli('localhost', 'user', 'password', 'database');
    // $stmt = $db->prepare("INSERT INTO responses (nama, email, komentar) VALUES (?, ?, ?)");
    // $stmt->bind_param("sss", $nama, $email, $komentar);
    // $stmt->execute();
    // $stmt->close();
    // $db->close();
    // Berikan respons ke Google Apps Script
    echo json_encode(['status' => 'success', 'message' => 'Data received']);
} else {
    echo json_encode(['status' => 'error', 'message' => 'No data received']);
}
?>

```


### Langkah 4: Konfigurasi Google Form untuk Mengirim Data ke Apps Script

1. Buka Google Form.

2. Klik ikon "Responses" dan pilih "More options" (tiga titik).

3. Pilih "Get email notifications for new responses" atau "Get pre-fill link".

4. Gunakan URL Web App dari Google Apps Script sebagai endpoint untuk mengirim data.


### Catatan:

- Pastikan server PHP Anda dapat diakses dari internet.

- Sesuaikan field `nama`, `email`, dan `komentar` dengan field yang ada di Google Form Anda.

- Anda dapat menambahkan validasi dan keamanan lebih lanjut sesuai kebutuhan.


Dengan cara ini, setiap kali ada respons baru di Google Form, data akan dikirim ke server PHP Anda untuk diproses lebih lanjut.

Referensi terkait Pengembangan Game Edukasi untuk Pembelajaran

Selasa, 11 Februari 2025

 

1. "Educational Game Design Fundamentals: A Journey to Creating Intrinsically Motivating Learning Experiences" oleh George Kalmpourtzis (2018)

  • Sinopsis: Buku ini fokus pada desain game edukasi, termasuk prinsip-prinsip pembelajaran, motivasi intrinsik, dan integrasi konten edukasi ke dalam mekanika game.

  • Relevansi: Sangat cocok untuk memahami wawasan terkini tentang game edukasi dan perancangannya.


2. "Learning, Education & Games: Volume 3 – 100 Games to Use in the Classroom & Beyond" oleh Karen Schrier (2019)

  • Sinopsis: Buku ini menyajikan 100 contoh game edukasi yang dapat digunakan di kelas dan di luar kelas, dengan analisis tentang bagaimana game-game tersebut mendukung pembelajaran.

  • Relevansi: Cocok untuk memahami praktik terbaru dalam penggunaan game untuk pendidikan.


3. "Designing Effective Digital Badges: Applications for Learning" oleh Joey R. Fanfarelli dan Rudy McDaniel (2019)

  • Sinopsis: Buku ini membahas desain elemen gamifikasi seperti badge (lencana digital) dan bagaimana elemen tersebut dapat digunakan dalam konteks edukasi.

  • Relevansi: Berguna untuk memahami aspek gamifikasi dalam game edukasi.


4. "Simulation and Serious Games for Education" oleh Yiyu Cai, Sui Lin Goei, dan Wim Trooster (2017)

  • Sinopsis: Buku ini membahas penggunaan simulasi dan game serius (serious games) dalam pendidikan, termasuk studi kasus dan aplikasi praktis.

  • Relevansi: Sangat relevan untuk memahami perancangan dan pengembangan simulasi edukasi.


5. "Artificial Intelligence and Games" oleh Georgios N. Yannakakis dan Julian Togelius (2018)

  • Sinopsis: Buku ini membahas penggunaan AI dalam game, termasuk finite state machine (FSM) dan teknik-teknik lain untuk menciptakan perilaku cerdas dalam simulasi.

  • Relevansi: Cocok untuk memahami perancangan simulasi dengan FSM dan AI.


6. "Game AI Pro 360: Guide to Architecture" oleh Steve Rabin (2019)

  • Sinopsis: Buku ini membahas arsitektur AI dalam game, termasuk penggunaan finite state machine, behavior trees, dan sistem lainnya.

  • Relevansi: Berguna untuk memahami implementasi FSM dalam pengembangan game dan simulasi.


7. "Serious Games: Foundations, Concepts and Practice" oleh Ralf Dörner, Stefan Göbel, Wolfgang Effelsberg, dan Josef Wiemeyer (2016)

  • Sinopsis: Buku ini membahas konsep dasar, desain, dan praktik pengembangan game serius, termasuk game edukasi dan simulasi.

  • Relevansi: Cocok untuk memahami fondasi dan praktik terbaru dalam game serius.


8. "Design and Development of Training Games: Practical Guidelines from a Multidisciplinary Perspective" oleh Talib S. Hussain dan Susan L. Coleman (2014)

  • Sinopsis: Buku ini memberikan panduan praktis untuk merancang dan mengembangkan game pelatihan, termasuk aspek edukasi dan simulasi.

  • Relevansi: Berguna untuk memahami perancangan game edukasi dan simulasi dari perspektif multidisiplin.


9. "Game-Based Learning: Theory, Strategies and Performance Outcomes" oleh Patrick Felicia (2017)

  • Sinopsis: Buku ini membahas teori pembelajaran berbasis game, strategi desain, dan hasil yang dapat dicapai melalui game edukasi.

  • Relevansi: Cocok untuk memahami teori dan praktik game-based learning.


10. "Finite State Machines in Hardware: Theory and Design" oleh Volnei A. Pedroni (2013)

  • Sinopsis: Meskipun lebih teknis, buku ini membahas teori dan desain finite state machine (FSM) yang dapat diterapkan dalam simulasi dan game.

  • Relevansi: Berguna untuk memahami implementasi FSM dalam konteks simulasi.


Rekomendasi Tambahan:

  • "Introduction to Game Design, Prototyping, and Development" oleh Jeremy Gibson Bond (2017): Membahas proses desain dan pengembangan game, termasuk prototyping dan implementasi teknis.

  • "The Gamification of Learning and Instruction: Game-Based Methods and Strategies for Training and Education" oleh Karl M. Kapp (2012): Membahas gamifikasi dalam pembelajaran dan pelatihan.


Sumber Online dan Jurnal:

  • IEEE Transactions on Games: Jurnal akademis yang membahas topik terkait game, termasuk game edukasi dan simulasi.

  • GDC Vault (Game Developers Conference): Sumber presentasi dan artikel dari para ahli industri game, termasuk topik game edukasi dan simulasi.

  • ACM Digital Library: Koleksi paper dan artikel tentang desain game, AI, dan simulasi.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Kuswardayan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger